Selasa, 16 Juli 2013

MBC Day 8



MBC Day 8

MBC Day 8 dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juli 2013. Kami dikumpulkan di selasar basement labtek VIII seperti biasanya pada pukul 08.00. Saat apel pagi kami berjumlah 192 orang, tidak memenuhi kuorum yang telah ditentukan. Hal ini terjadi karena banyak dari kami yang awalnya konfirmasi dapat hadir tapi mendadak sakit atau ada keperluan lain di pagi harinya.
Setelah apel pagi diadakan forum dengan seniro dan senorita. Pertanyaan pertama dilontarkan oleh seniro Roy, yaitu mengenai hal-hal yang kami dapatkan selama persiapan dan eksekusi wisudaan lalu. Banyak hal yang kami dapatkan, yaitu angkatan menjadi lebih dekat dan kompak, kebersamaan, kerjasama, professional, keterampilan, apresiasi, rasa bangga dan percaya dengan angkatan, kreativitas, waktu untuk bersenang-senang bersama, saling menghargai, dan juara 3. Pesan bagi kami adalah untuk menjaga dan memperjuangkan agar semangat kami ini terus ada di angkatan kami.         
Pembahasan kedua adalah mengenai evaluasi keberjalanan wisudaan lalu. Ada beberapa poin evaluasi dari kami yaitu suara danlap yang tidak terdengar, barikade yang bingung, tidak adanya pembagian kerja sehingga serabutan, kurang persiapan untuk worst case, urutan perform, dan rusaknya barikade di tunnel. Mengenai suara danlap yang tidak terdengar di bagian belakang barikade sehingga tidak kompak saat bernyanyi, sebenarnya itu adalah tugas para pemain genderang untuk menjaga ritme. Kemudian mengenai barikade, sudah dijelaskan korlap sebelumnya bahwa tugas dari barikade adalah untuk menjaga gundala-gundili tetap berada di dalam barisan dan melindungi mereka dari ancaman luar. Barikade hendaknya tidak merasa takut karena tugas mereka adalah untuk melindungi. Tentang pembagian kerja, sebenarnya tiap property sudah ada PJ-nya namun tidak memiliki anggota tetap. Saran dari seniro Reinhart adalah untuk membuat timeline dan membagi orang-orangnya dengan jelas. Dengan begitu diharapkan progress jelas dan tidak ada yang hilang-hilangan karena sudah memiliki tanggung jawab dan perannya masing-masing. Mengenai kurangnya persiapan, sebenarnya dari korlap sudah ada plan untuk kondisi hujan. Namun semua itu kembali pada gundala-gundili yang ternyata tidak menyetujuinya. Itu konsekuensi yang harus kita semua jalani karena hari itu adalah hari para gundala-gundili. Lalu tentang rusaknya barikade di tunnel, sebenarnya sejak awal telah ada instruksi bahwa barikade harus tetap terbentuk bagaimanapun keadaannya. Setelah melewati pintu tunnel secara sporadic, barikade harus tetap terbentuk kembali. Mengenai jadwal perform, hal itu ternyata fleksibel bergantung para wisudawan.
Hal ketiga yang menjadi bahan pembahasan adalah mengenai tugas-tugas pribadi kami. Performa kami dalam menyelesaikan ini ternyata cukup mengecewakan. Hasilnya tidak maksimal, hanya 90% yang mengerjakan laporan IEEE, 80% isu elektroteknik, resume blog masih banyak yang belum mengerjakannya, bahkan ada yang belum membuat blog, dan buku angkatan yang sepertinya tidak ber-progress.
Masalah buku angkatan sebenarnya karena yang datang saat kumpul angkatan hanya sedikit sehingga seringkali kami bertemu dengan orang yang sama dan buku angkatan tidak ber-progress. Dari hasilnya sendiri berbeda-beda, ada yang sudah mencapai 200-an, namun masih ada juga yang kurang dari 100. Bagaimanapun ini merupakan tugas kami dan akan segera kami selesaikan.
Yang kedua mengenai review materi tiap day di blog. Alfi sebagai PJ sudah mengingatkan kami mengenai deadline yaitu pukul 12.00 H+1 day MBC. Kami juga melakukan konfirmasi ke Alfi. Namun, banyak dari kami yang lupa konfirmasi dan mengerjakannya melewati batas waktu tersebut. Bahkan ada yang belum mengerjakannya sejak day 3. Masalah yang ada selain masalah teknis adalah masih ada yang menganggap remeh tugas ini sehingga mengerjakannya mepet deadline dan masalah koordinasi. Seniro tersinggung karena jika kami menganggap remeh, lalai, dan malas, berarti kami tidak serius dan menganggap remeh MBC ini. Berbagai solusi untuk menyelesaikan masalah ini dimunculkan, namun yang terpenting adalah niat kami untuk menjalankan solusi itu.
Seniro dan senorita memberi kesempatan bagi kami yang belum menyelesaikan tugas-tugas kami dengan memberi tambahan waktu. Untuk laporan IEEE dan isu elektroteknik dikumpulkan pada hari Kamis dengan PJ Kristanto. Untuk melengkapi review MBC Da 3-7 pada hari Sabtu. Buku angkatan sendiri dikumpulkan pada hari Senin, termasuk kesiapan kami untuk cek kenal kembali. Sementara untuk MBC Day 8 ini, harus tetap dikumpulkan tepat pada waktunya. Jika tidak, konsekuensinya adalah pencoretan sebagai calon anggota biasa HME. Kami juga diminta untuk menyampaikan kepada teman-teman kami yang hari itu tidak hadir tapi masih berada di Bandung untuk hadir pada hari Rabu, 17 Juli 2013 pukul 10.00 di basement labtek VIII.
Hal selanjutnya yang dibahas adalah mengapa kami tidak mau menyapa seniro dan senorita padahal itu merupakan kewajiban kami. Beberapa dari kami ada yang malah membuang muka saat berpapasan dengan seniro senorita. Ada juga yang masih malu atau takut mengganggu aktivitas seniro senorita. Sebenarnya menyapa ini adalah awal untuk kenal dengan massa HME, melatih kami agar tidak canggung saat telah menjadi bagian dari HME nantinya. Kenal juga diperlukan agar dapat bekerja sama nantinya. Untuk itu metode yang akan kami lakukan untuk mengenal massa HME adalah melalui buku lintas angkatan. Kami akan melakukan wawancara dengan minimal 20 seniro, 10 senorita, dan 5 bandito serta maharani. Hasil wawancara itu yang kami tulis di buku tersebut. Dengan wawancara kami akan lebih mengenal massa HME dan mengetahui pengalaman-pengalaman mereka selama menjadi anggota HME. Buku lintas angkatan ini akan dikumpulkan pada hari Sabtu, 20 Juli 2013.
Hal terakhir yang dibahas adalah kesalahan terbesar yang kami lakukan saat persiapan wisuda. Beberapa dari kami bermain sampai merusak sarana dan prasarana yang ada di lingkungan kampus. Hal ini tentu merusak nama baik HME karena saat melakukan kegiatan itu kami membawa nama HME. Banyak hal negative yang kami timbulkan, namun hanya satu hal positif yang kami dapat yaitu pembelajaran. Hal ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk menjadi lebih dewasa, taat peraturan, saling jaga, pengendalian diri, dan berpikir dulu sebelum bertindak. Kami juga berjanji tidak akan mengulang hal seperti ini lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar