MBC Day 10
MBC Day 10 diadakan pada hari Rabu, 24 Juli 2013. Kami dikumpulkan di
selasar basement labtek VIII pada pukul 13.45 untuk mengadakan apel pembukaan. Jumlah
kami yang hadir saat itu hanya 169 orang, sangat jauh dari kuorum yang
disetujui yaitu 210 orang. Karena itu kami diberi konsekuensi untuk
menceritakan alasan mengapa kami hanya berhasil kuorum sekali selama 11 Day MBC
(termasuk Day 0) minimal sebanyak 80
kata. Hal tersebut harus kami cantumkan pada bagian Tentang Eltoro di blog angkatan kami paling lambat pukul 21.00
malamnya. Lalu kami semua harus mem-publish
link blog angkatan kami di semua media sosial yang kami miliki. Konsekuensi
ini dapat dihapuskan jika pada pertemuan selanjutnya di hari Jumat, 26 Juli
2013 kami dapat memenuhi kuorum. Di akhir apel, seniro Reinhart mengatakan
bahwa semua manusia diciptakan dengan unik. Dengan keunikan itu diharapkan kita
mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.
Setelah itu kami mendapat materi mengenai PALAPA HME ITB. Asal usul
nama Palapa terinspirasi dari Sumpah Palapa oleh Gajahmada. Selain itu nama
Palapa juga diambil dari nama satelit pertama Indonesia oleh Bapak Iskandar
Alisyahbana yang juga merupakan dosen dan alumni Elektro ITB. Palapa ini
bermula dari tugas proyek angkatan 2005 saat mereka menjalani MBC di tahun
2006.
Sejauh ini Palapa telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, berikut
rincian masing-masing kegiatannya:
1.
Palapa
Jaya
Dilaksanakan di desa Jaya Mukti,
Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Diinisiasi pada tahun 2006 oleh angkatan
2005 yang tengah menjalani MBC dan terealisasi pada tahun 2007. Pada tahun 2008
di-launching dan diresmikan oleh rector
ITB. Teknologinya yaitu pembangkit listrik tenaga pikrohidro dengan daya
sebesar 5kW. Daya sebesar itu ditransmisikan ke sekitar 90-an rumah untuk
penerangan. Palapa Jaya ini dipimpin oleh Fadolly Ardin yang saat itu merupakan
ketua HME ITB.
2.
Palapa II
Dilaksanakan di desa Mekarwangi,
Kabupaten Garut. Pada tahun 2008 diadakan survey untuk pertama kalinya, lalu
pengerjaan teknis pada Januari 2010, dan berhasil diselesaikan pada April 2010.
Teknologinya adalah pembangkit listrik tenaga surya 10 x 100Wp. Daya ini digunakan
untuk penerangan jalan, masjid, dan rumah baca Palapa. Palapa II ini dipimpin
oleh Ramadhani Wahono.
3.
Palapa III
Palapa III ini diadakan di tempat yang
sama dengan Palapa II. Survey awal dilaksanakan pada Agustus 2010. Karena diadakan
ditempat yang sama fokus teknologinya adalah pada maintenance PLTS sebelumnya. Sementara
fokus kegiatannya adalah pada social-community
development dengan membangun rumah baca Palapa III, peternakan lele, serta
peternakan domba.
Kegiatan lain yang dilakukan oleh tim Palapa saat ini adalah sebagai
berikut:
-
Road to
Palapa 4
-
Training
-
Community
development
-
Kunjungan ke Ibeka
-
Simulasi live-in
-
KKN Tematik ITB
-
Gebrak Indonesia (kolaborasi, HME, HMS, HMF, IND
DES, SI-SBM)
-
Ekspedisi Pelita Muda
-
Wae Rebo Power (di NTB)
Mengapa bergerak di bidang transmisi energi? Karena terdapat satu quote yang menarik yaitu “with great power comes great responsibility.”
Setelah itu dijelaskan pula mengenai Community Development. Community
Development merupakan kegiatan yang vertujuan memberdayakan masyarakat agar
mengalami peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan. Perbedaan dengan Community Service adalah pelaksanaannya
yang berkelanjutan.
Berikut urutan dalam melaksanakan ComDev:
-
Identifikasi sosial
-
Identifikasi program
-
Penilaian program
-
Aplikasi program
-
Monitoring
dan evaluasi
-
Audit sosial
-
Memberi masukan bagi komunitas dan juga program
selanjutnya
Mengapa harus melaksanakan ComDev?
Karena ini merupakan salah satu aplikasi dari Tridharma Perguruan Tinggi
terutama pada bidang pengabdian masyarakat serta merupakan peran mahasiswa.
Berikut diagram pikir yang digunakan:
Perumusan
Masalah | Potensi
Pengkajian solusi
Uji Kelayakan (Feasibility
Study)
[umumnya dengan analisis SWOT]
Ya
Pelaksanaan / Pengerjaan / Eksekusi
Beberapa penghargaan yang diperoleh oleh tim Palapa antara lain
sebagai berikut:
-
Finalis Electrical
Engineering Awards 2007
-
2 emas presentasi dan poster PKMM 2009
-
Social organizations
terbaik ITB Entrepreneurships Award
-
Pengmas terbaik Proficio Awards ITB 2010
-
Paper
IEEE
Presentasi mengenai Palapa ditutup dengan quotes dari tim Palapa II, yaitu:
“Legenda ini berawal
dari MBC. Be the next legend.”
“Karena satu tindakan
mengalahkan seribu ucapan.”
Setelah itu kami diistirahatkan selama 30 menit. Lalu kami mendapat
materi Problem Solving dari Gundala
Alan Yudhahutama, mantan Ketua Divisi Komputer, CEO, dan co-founder Smoony. Ia mengibaratkan
masalah seperti permainan puzzle. Pada
awalnya semuanya tidak teratur, kacau. Hal yang perlu kita lakukan adalah
mencari tujuan akhirnya. Setelah itu kita dapat melakukan frameworking dengan membuat batasan. Setelah itu siapkan
langkah-langkah untuk dilakukan dan lakukanlah. Mengapa tidak langsung saja
melakukan sesuatu? Karena seringkali kita melakukan beberapa kesalahan umum.
Pola umum dari penyelesaian masalah adalah sebagai berikut:
Identify the problem à
Analyze à Strategy à
Execution
Terdapat tiga frame-work dalam
problem solving, yaitu P R I C E, D S
P A, dan E T C. Terdapat dua pendekatan kondisi yaitu di mana kita memperoleh
data dan di mana kita mendefinisikan masalah lalu membuat hipotesis.
Yang dijelaskan lebih lanjut adalah mengenai frame-work D S P A.
1. Define the problem
Tujuan: memperoleh masalah yang
spesifik dan terbatas.
Kesalahan umum: fokus pada
masalah yang abstrak.
Cara: pastikan permasalahan itu
S M A R T (specific, measurable,
actionable, realistic, time-bond).
2.
Structure
the problem
Tujuan: memastikan seluruh potential issues sudah teridentifikasi
Kesalahan umum:
-
Tidak mengubahnya menjadi pernyataan yang logis
-
Mengabaikan detail
-
Menganalisa tanpa data yang tepat
Cara: membuat Issue Trees
3.
Prioritize
issues
Tujuan: memastikan bahwa action plan dapat dilakukan dan
berdampak
Kesalahan umum:
-
Tidak ada alasan yang jelas untuk strategi yang
dipilih
-
Hanya mengembangkan rencana utama
-
Tidak mempunyai exit strategy
Cara:
-
Buat matriks prioritas
-
Pahami sumber daya yang tersedia
-
Cost benefits
4.
Action
plan
Tujuan: memastika semua orang
mengerti siapa yang bertanggung jawab terhadap apa dan kapan.
Kesalahan umum:
-
Minimnya follow-up
-
Tidak adanya evaluasi
-
Minimnya soft-skills
Cara: membuat detail
action plan termasuk waktu dan orang
yang bertanggung jawab di tiap aksinya.
Tips untuk
menjalankan action plan:
-
Tentukan key
player à
karakter lebih utama dibanding skill
-
Gunakan alat bantu jika dibutuhkan
-
Kontrol à
follow-up secara rutin
Dijelaskan juga mengenai tips bagi pemimpin, yaitu:
1.
Make a
clear timeline
2.
Know
priority
Kunci: mulai dari low resource high impact
3.
Focus
Kunci: know your key player
4.
Leadership:
unserstanding maturity
Terdapat empat jenis orang
yaitu:
-
M1: Belum mampu dan belum mau (detail and clear)
-
M2: mampu dan belum mau (sale)
-
M3: belum mampu dan mau (participant)
-
M4: mampu dan mau (delegate)
Setelah mendapat materi-materi tersebut kami diberi tugas untuk
membuat sebuah proyek angkatan. Proyek angkatan ini berupa Community Service untuk memberikan solusi dari permasalahan yang
ada di sekitar kami. Spesifikasi tugas ini adalah tidak dilaksanakan di luar
Bandung dan dilaksanakan maksimal dua bulan ke depan. Penanggung jawab tugas
ini adalah Andas. Selain itu buku lintas angkatan kami juga harus diselesaikan
segera dengan spesifikasi yang ditambahkan adalah dua bandito atau maharani.
Kami diharapkan mampu menerapkan materi yang telah kami peroleh ini
untuk mengerjakan proyek angkatan kami ini dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar