Jumat, 26 Juli 2013

MBC Day 11




 MBC Day 11 diadakan pada Jumat, 26 Juli 2013. Kami dikumpulkan di basement labtek VIII pada pukul 13.00 untuk menjalani apel pembukaan. Kuorum hari itu adalah 174, sesuai dengan data konfirmasi kehadiran yang kami berikan sebelumnya. Namun, jumlah kami saat apel pembukaan tidak mencapai kuorum. Kuorum yang digunakan adalah kuorum berjalan sehingga kami akan dinyatakan memenuhi kuorum jika jumlah tersebut terpenuhi sebelum pukul 20.30. lalu diadakan cek spek. Ternyata banyak dari kami yang tidak membawa spek dengan benar, terutama pakaian olahraga.

Setelah pembukaan kami diajarkan tiga lagu suporteran HME yaitu Masa Bodoh, HME Bawah Tanah, dan Kami Bukan Bonek.  Berikut lirik dari ketiga lagu tersebut:


Masa Bodoh

Masa bodoh sama kelasemen
Masa bodoh materi pemain
Gue dukung cuma HME
Ayolah juara

Gak peduli provokasi lawan
Gak peduli juara bertahan
Gue dukung Cuma HME
Ayolah Berjaya


HME  Bawah Tanah

Anak HME datang dari dari bawah tanah
Anek HME mendukung tim … nya
Daripada dukung syalala
Lebih baik dukung HME
HME… oi… jadi juara


Kami Bukan Bonek

Kami bukan Bonek
Bukan juga The Jak
Bukan Viking atau Aremania

Kami bukan Kampak
Bukan Slemania
Kami ini HME ITB


Setelah seniro-senorita mencontohkan setiap lagunya kami mencoba menyanyikannya dengan penuh semangat. Setelah itu diadakan beberapa games. Kami dibagi menjadi dua kelompok, utara dan selatan.

Games yang pertama adalah MBC Bulaga. Permainan ini mirip Eat Bulaga. Terdapat dua orang pemain, salah satu pemain diminta menebak suatu kata. Ia berhak bertanya hal-hal terkait dan pemain lain yang mengetahui kata tersebut hanya boleh menjawab ya, tidak, atau bisa jadi. Kata-kata yang harus ditebak dalam permainan ini terkait dengan HME dan MBC. Permainan diawali oleh kelompok selatan, kemudian bergantian dengan kelompok utara. Pada akhirnya kelompok utara yang keluar sebagai pemenang. Kelompok utara diberi hadiah yaitu memberi hukuman bagi kelompok selatan yang kalah. Karena cukup lama kami tidak memberikan hukuman apapun, akhirnya kelompok selatan diberi kesempatan untuk mencoba lagi, jika berhasil hukuman bagi mereka akan dianulir. Akhirnya kelompok utara meminta Septian dan Fika untuk bermain. Kata yang harus ditebak adalah Mathilda. Septian berhasil menebaknya sehingga hukuman dianulir. Dengan permainan ini kami belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik.

Selanjutnya setiap kelompok diminta mengirimkan enam orang perwakilannya. Mereka menuliskan tujuh hal yang menggambarkan diri mereka di selembar kertas. Kemudian kelompok lawan diminta menebak siapa orang yang menulis di kertas tersebut. Di permainan ini lagi-lagi kelompok utara yang menjadi pemenang. Dengan permainan ini terlihat bagaimana kami mengenal teman-teman seangkatan kami.

Kemudian kami diistirahatkan hingga pukul 15.45. setelah itu kami dimobilisasi menuju lapangan basket A dan B Saraga untuk olahraga bareng dengan seniro-senorita. Olahraga yang dilakukan adalah basket. Tim kami melawan tim seniro, sedangkan yang tidak bermain menjadi supporter dengan menyanyikan lagu-lagu suporteran HME. Sayang kemudian hujan kecil turun dan permainan dihentikan pada pukul 17.00. setelah itu kami dibubarkan dan diminta hadir kembali di basement labtek VIII pada pukul 20.30.

Kami datang kembali ke basement labtek VIII pada waktu yang telah ditetapkan tersebut. Jumlah kami saat itu 170, tidak memenuhi kuorum 174 orang. Beberapa menit kemudian Evan datang sehingga kami menjadi berjumlah 171 orang. Agenda malam itu adalah evaluasi ketersampaian materi selama MBC. Seniro dan senorita memberikan beberapa pertanyaan mengenai materi-materi yang telah diberikan sebelumnya, seperti tujuan HME, visi BP HME, dan elemen-elemen yang ada di HME. Banyak dari kami yang menginterupsi saat diberi pertanyaan, namun masih ada yang tidak karena ternyata masih ada yang belum memahami materi yang telah diberikan.

Setelah evaluasi materi, kami juga diminta untuk mengevaluasi angkatan kami sendiri. pandangan kami sendiri mengenai angkatan kami adalah angkatan kami telah ber-progress dengan cukup baik. Terlihat dari awal MBC di mana kami hanya mengenal sedikit orang, kini kami mengenal hamper semuanya. Di awal hanya sedikit dari kami yang peduli, kini sebagian besar dari kami sudah lebih peduli. Lalu yang tadinya kami tidak aktif saat forum, sedikit demi sedikit kami telah menjadi lebih aktif.

Di akhir dibahas juga mengenai proyek angkatan kami. Kami diminta mencantumkan progress setiap llima hari di blog angkatan kami termasuk jumlah orang yang terlibat di dalamnya. Diharapkan kami dapat menerapkan seluruh materi yang telah kami dapatkan di MBC untuk mengerjakan proyek angkatan ini dengan baik.

Akhirnya malam tadi menjadi malam terakhir MBC yang diadakan di bulan puasa ini. MBC selanjutnya akan tetap ada di masa perkuliahan nanti. Saat ini kami diminta untuk beristirahat dan menikmati liburan kami.


Rabu, 24 Juli 2013

MBC Day 10



MBC Day 10

MBC Day 10 diadakan pada hari Rabu, 24 Juli 2013. Kami dikumpulkan di selasar basement labtek VIII pada pukul 13.45 untuk mengadakan apel pembukaan. Jumlah kami yang hadir saat itu hanya 169 orang, sangat jauh dari kuorum yang disetujui yaitu 210 orang. Karena itu kami diberi konsekuensi untuk menceritakan alasan mengapa kami hanya berhasil kuorum sekali selama 11 Day MBC (termasuk Day 0) minimal sebanyak 80 kata. Hal tersebut harus kami cantumkan pada bagian Tentang Eltoro di blog angkatan kami paling lambat pukul 21.00 malamnya. Lalu kami semua harus mem-publish link blog angkatan kami di semua media sosial yang kami miliki. Konsekuensi ini dapat dihapuskan jika pada pertemuan selanjutnya di hari Jumat, 26 Juli 2013 kami dapat memenuhi kuorum. Di akhir apel, seniro Reinhart mengatakan bahwa semua manusia diciptakan dengan unik. Dengan keunikan itu diharapkan kita mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Setelah itu kami mendapat materi mengenai PALAPA HME ITB. Asal usul nama Palapa terinspirasi dari Sumpah Palapa oleh Gajahmada. Selain itu nama Palapa juga diambil dari nama satelit pertama Indonesia oleh Bapak Iskandar Alisyahbana yang juga merupakan dosen dan alumni Elektro ITB. Palapa ini bermula dari tugas proyek angkatan 2005 saat mereka menjalani MBC di tahun 2006.

Sejauh ini Palapa telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, berikut rincian masing-masing kegiatannya:

1.       Palapa  Jaya
Dilaksanakan di desa Jaya Mukti, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut. Diinisiasi pada tahun 2006 oleh angkatan 2005 yang tengah menjalani MBC dan terealisasi pada tahun 2007. Pada tahun 2008 di-launching dan diresmikan oleh rector ITB. Teknologinya yaitu pembangkit listrik tenaga pikrohidro dengan daya sebesar 5kW. Daya sebesar itu ditransmisikan ke sekitar 90-an rumah untuk penerangan. Palapa Jaya ini dipimpin oleh Fadolly Ardin yang saat itu merupakan ketua HME ITB.

2.       Palapa II
Dilaksanakan di desa Mekarwangi, Kabupaten Garut. Pada tahun 2008 diadakan survey untuk pertama kalinya, lalu pengerjaan teknis pada Januari 2010, dan berhasil diselesaikan pada April 2010. Teknologinya adalah pembangkit listrik tenaga surya 10 x 100Wp. Daya ini digunakan untuk penerangan jalan, masjid, dan rumah baca Palapa. Palapa II ini dipimpin oleh Ramadhani Wahono.

3.       Palapa III
Palapa III ini diadakan di tempat yang sama dengan Palapa II. Survey awal dilaksanakan pada Agustus 2010. Karena diadakan ditempat yang sama fokus teknologinya adalah pada maintenance PLTS sebelumnya. Sementara fokus kegiatannya adalah pada social-community development dengan membangun rumah baca Palapa III, peternakan lele, serta peternakan domba.

Kegiatan lain yang dilakukan oleh tim Palapa saat ini adalah sebagai berikut:
-          Road to Palapa 4
-          Training
-          Community development
-          Kunjungan ke Ibeka
-          Simulasi live-in
-          KKN Tematik ITB
-          Gebrak Indonesia (kolaborasi, HME, HMS, HMF, IND DES, SI-SBM)
-          Ekspedisi Pelita Muda
-          Wae Rebo Power (di NTB)

Mengapa bergerak di bidang transmisi energi? Karena terdapat satu quote yang menarik yaitu “with great power comes great responsibility.”

Setelah itu dijelaskan pula mengenai Community Development. Community Development merupakan kegiatan yang vertujuan memberdayakan masyarakat agar mengalami peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan. Perbedaan dengan Community Service adalah pelaksanaannya yang berkelanjutan.

Berikut urutan dalam melaksanakan ComDev:
-          Identifikasi sosial
-          Identifikasi program
-          Penilaian program
-          Aplikasi program
-          Monitoring dan evaluasi
-          Audit sosial
-          Memberi masukan bagi komunitas dan juga program selanjutnya

Mengapa harus melaksanakan ComDev? Karena ini merupakan salah satu aplikasi dari Tridharma Perguruan Tinggi terutama pada bidang pengabdian masyarakat serta merupakan peran mahasiswa.

Berikut diagram pikir yang digunakan:

Survey / observasi / pengamatan
 

Perumusan
Masalah | Potensi
 

Pengkajian solusi
Memecahkan Masalah | Mengembangkan Potensi

Uji Kelayakan (Feasibility Study)
[umumnya dengan analisis SWOT]


 
Feasible?
                                                                Tidak
                Ya
Pelaksanaan / Pengerjaan / Eksekusi


Beberapa penghargaan yang diperoleh oleh tim Palapa antara lain sebagai berikut:
-          Finalis Electrical Engineering Awards 2007
-          2 emas presentasi dan poster PKMM 2009
-          Social organizations terbaik ITB Entrepreneurships Award
-          Pengmas terbaik Proficio Awards ITB 2010
-          Paper IEEE

Presentasi mengenai Palapa ditutup dengan quotes dari tim Palapa II, yaitu:
Legenda ini berawal dari MBC. Be the next legend.”
“Karena satu tindakan mengalahkan seribu ucapan.”

Setelah itu kami diistirahatkan selama 30 menit. Lalu kami mendapat materi Problem Solving dari Gundala Alan Yudhahutama, mantan Ketua Divisi Komputer, CEO, dan co-founder Smoony. Ia mengibaratkan masalah seperti permainan puzzle. Pada awalnya semuanya tidak teratur, kacau. Hal yang perlu kita lakukan adalah mencari tujuan akhirnya. Setelah itu kita dapat melakukan frameworking dengan membuat batasan. Setelah itu siapkan langkah-langkah untuk dilakukan dan lakukanlah. Mengapa tidak langsung saja melakukan sesuatu? Karena seringkali kita melakukan beberapa kesalahan umum.

Pola umum dari penyelesaian masalah adalah sebagai berikut:

Identify the problem à Analyze à Strategy à Execution

Terdapat tiga frame-work dalam problem solving, yaitu P R I C E, D S P A, dan E T C. Terdapat dua pendekatan kondisi yaitu di mana kita memperoleh data dan di mana kita mendefinisikan masalah lalu membuat hipotesis.

Yang dijelaskan lebih lanjut adalah mengenai frame-work D S P A.

1.       Define the problem
Tujuan: memperoleh masalah yang spesifik dan terbatas.
Kesalahan umum: fokus pada masalah yang abstrak.
Cara: pastikan permasalahan itu S M A R T (specific, measurable, actionable, realistic, time-bond).

2.       Structure the problem
Tujuan: memastikan seluruh potential issues sudah teridentifikasi
Kesalahan umum:
-          Tidak mengubahnya menjadi pernyataan yang logis
-          Mengabaikan detail
-          Menganalisa tanpa data yang tepat
Cara: membuat Issue Trees

3.       Prioritize issues
Tujuan: memastikan bahwa action plan dapat dilakukan dan berdampak
Kesalahan umum:
-          Tidak ada alasan yang jelas untuk strategi yang dipilih
-          Hanya mengembangkan rencana utama
-          Tidak mempunyai exit strategy
Cara:
-          Buat matriks prioritas
-          Pahami sumber daya yang tersedia
-          Cost benefits

4.       Action plan
Tujuan: memastika semua orang mengerti siapa yang bertanggung jawab terhadap apa dan kapan.
Kesalahan umum:
-          Minimnya follow-up
-          Tidak adanya evaluasi
-          Minimnya soft-skills
Cara: membuat detail action plan termasuk waktu dan orang yang bertanggung jawab di tiap aksinya.
Tips untuk menjalankan action plan:
-          Tentukan key player à karakter lebih utama dibanding skill
-          Gunakan alat bantu jika dibutuhkan
-          Kontrol à follow-up secara rutin

Dijelaskan juga mengenai tips bagi pemimpin, yaitu:
1.       Make a clear timeline
2.       Know priority
Kunci: mulai dari low resource high impact
3.       Focus
Kunci: know your key player
4.       Leadership: unserstanding maturity
Terdapat empat jenis orang yaitu:
-          M1: Belum mampu dan belum mau (detail and clear)
-          M2: mampu dan belum mau (sale)
-          M3: belum mampu dan mau (participant)
-          M4: mampu dan mau (delegate)


Setelah mendapat materi-materi tersebut kami diberi tugas untuk membuat sebuah proyek angkatan. Proyek angkatan ini berupa Community Service untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada di sekitar kami. Spesifikasi tugas ini adalah tidak dilaksanakan di luar Bandung dan dilaksanakan maksimal dua bulan ke depan. Penanggung jawab tugas ini adalah Andas. Selain itu buku lintas angkatan kami juga harus diselesaikan segera dengan spesifikasi yang ditambahkan adalah dua bandito atau maharani.

Kami diharapkan mampu menerapkan materi yang telah kami peroleh ini untuk mengerjakan proyek angkatan kami ini dengan baik.

Kamis, 18 Juli 2013

MBC Day 9



MBC Day 9

MBC Day 9 diadakan pada hari Kamis, 18 Juli 2013. Untuk apel pagi kami dikumpulkan di selasar basement labtek VIII pada pukul 09.30. jumlah yang hadir saat itu adalah 198 orang, sedangkan kuorum yang diminta adalah 215 orang. Kami lagi-lagi tidak memenuhi kuorum. Tapi, setidaknya kami telah melakukan usaha kami untuk menjemput beberapa orang meskipun ada yang tidak berhasil juga.
Setelah apel pagi kami dimobilisasi ke GKU Timur lantai 4, ruang 9231. Acara saat itu adalah semacam talkshow dengan pembicara Presiden Kabinet KM-ITB saat ini yaitu kak Nyoman Anjani (MS ’09). Pembahasan saat itu adalah mengenai kepemimpinan dan seputar KM-ITB. Quote yang ia tampilkan di awal adalah “Kaum muda harus dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada di sekitar kita.” Ia memulai dengan mengapa ada kata maha di depan mahasiswa. Hal itu karena sebagai mahasiswa kita bukanlah siswa biasa yang hanya belajar dan menuntut ilmu di kelas saja. Kata maha ditambahkan karena ada tanggung jawab lebih bagi kita untuk turut serta mengembangkan masyarakat. Tujuan dari perguruan tinggi sendiri adalah membentuk sumber daya cendekia yang memiliki potensi akademik dan mampu learning by ourselves.
Kampus ITB sendiri menyediakan fasilitas untuk mahasiswanya mengembangkan karakter. Terdapat enam organisasi mahasiswa di ITB yaitu himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), unit, tim beasiswa, majelis wali amanat – wakil mahasiswa (MWA_WM), cabinet, dan kongres. Keenamnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk pengembangan diri mereka. Lalu, apa yang membedakan KM-ITB dengan Badan Eksekutif Mahasiswa di universitas lain? Di ITB, KM berkoordinasi langsung dengan rektorat. Sedangkan di kampus lain BEM berada di bawah rektorat.
Pembahasan berlanjut soal kepemimpinan. Hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin adalah know, show, and lead. Ia harus tahu dulu apa yang akan ia pimpin, apa kekurangan dan kelebihannya, dan hal apa yang akan ia lakukan untuk memperbaikinya. Lalu ia harus mampu menunjukkannya kepada orang banyak agar ide yang ia miliki tersebar dan menjadi dapat dilakukan. Setelah itu barulah ia harus mampu memimpin  untuk melakukan tujuannya tersebut.
Untuk menjadi seorang pemimpin kita harus dare to dream, and dare to change. Hal pertama yang harus kita miliki adalah keberanian. Dari situ kita akan mampu melakukan hal yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Tiga kunci kesuksesan anak ITB sendiri ada tiga, yaitu kecerdasan, keberanian, dan relasi. Untuk mendukung ketiganya diperlukan juga manajemen waktu yang baik dengan menentukan prioritas fokus. Kita juga harus berani keluar dari zona nyaman untuk mencari tantangan bagi diri kita.
Setelah itu kami diistirahatkan dan dikumpulkan kembali di selasar basement labtek VIII pada siang harinya. Saat itu tidak diadakan forum, seniro dan senorita bebas berbicara tanpa moderator, sementara kami juniro bonita tidak berhak menginterupsi. Hal pertama yang ditanyakan pada kami adalah kesiapan kami untuk cek kenal. Di awal kami mengatakan siap. Lalu diambil sampel beberapa orang untuk cek kenal dan masih ada yang gagal. Bahkan ada yang hanya mengenal tidak sampai setengah dari kami yang hadir saat itu. Performa kami ini tentu saja sangat mengecewakan mengingat tugas buku angkatan sudah sangat lama diberikan kepada kami.
Kemudian kami dibagi menjadi dua kelompok, yang mengenal lebih dari 150 orang dan yang tidak. Yang mengenal lebih dari 150 orang dimobilisasi menuju kantin bengkok. Di sana kami diberikan beberapa poin penting oleh seniro Tatas, yaitu:
1.       Sebagai satu angkatan kami satu dalam berbagai hal. Jika ada bagian dari kami yang kurang, maka angkatan kami akan menjadi kurang. Jika terdapat kelebihan maka itu yang harus dibagi agar menutupi kekurangan yang ada.
2.       Segala hal yang dilakukan di MBC ini beresnsi, semua agar eltoro 2012 menjadi angkatann yang lebih baik dari sebelumnya sesuai ekspektasi massa HME.
3.       Kita harus menghilangkan individualism dan peduli pada yang lainnya.
4.       Berbagai aspek negative angkatan yang ada hendaknya diperbaiki.
5.       Hal yang diperlukan untuk merangkul teman-teman di angkatan adalah dengan inisiatif.
6.       Dengan mengenal akan timbul kedekatan di antara kami. Setelah dekat tidak aka nada rasa canggung di antara kami untuk menegur bahkan memberi hukuman bagi teman kami yang lalai.
7.       Kami harus belajar lebih mandiri mencari solusi permasalahan kami, jangan hanya menunggu diberikan oleh angkatan atas.
8.       Satu angkatan eltoro 2012 adalah orang yang akan terus bersama selama setidaknya tiga tahun. Karena itu kami harus dekat sebagai satu keluarga yang siap saling membantu.
Sementara yang mengenal kurang dari 150 orang tetap di basement labtek VIII dan berdiskusi dengan seniro-senorita yang merupakan tadis. Beberapa hal yang diperoleh saat itu adalah metode-metode untuk kenal satu angkatan. Kami diharapkan mampu melaksanakan solusi-solusi dari kami sendiri agar tercapai tujuan kenal satu angkatan tersebut. Untuk selanjutnya kami akan dicek kenal pada day MBC di hari Senin, 22 Juli 2013.